pank_sqr

  • Increase font size
  • Decrease font size
  • Default font size
Home
Peranan Zakat dalam Transformasi Ekonomi PDF Print E-mail
Written by Lazis UII   
Thursday, 19 March 2009 02:11

Peranan Zakat dalam Transformasi Ekonomi

  (Priyonggo Suseno)

Berbeda dengan konsep sosialisme yang mengandalkan peran pemerintah dalam distribusi ekonomi, Islam telah menciptakan suatu instrumen built-in dalam distribusi, yaitu zakat. Mekanisme pasar yang berjalan secara sempurna sekalipun tidak akan mampu memecahkan masalah distribusi. Allah Maha Mengetahui dan Dia telah mewajibkan kepada setiap orang yang mampu untuk membagikan sebagian pendapatannya kepada orang lain yang membutuhkan (mustahiq). Lebih dari itu, jika zakat ini mampu dilakukan secara berjamaah, maka perubahan dan transformasi ekonomi menuju ekonomi produktif dan merata.

1. Zakat sebagai alat built-in distribusi pendapatan

Di dalam sistem perekonoman yang membebaskan diri dari nilai (baca: ekonomi liberal), distribusi pendapatan dan output antar individu dalam masyarakat sepenuhnya dikendalikan oleh mekanisme pasar. Kekuatan permintaan dan penawaran yang akan menentukan barang-barang apa yang dihargai mahal dan barang-barang apa yang akan tidak berharga. Semakin tingginya harga bahan bakar (BBM misalnya) merupakan cermin lemahnya posisi tawar dari konsumen dibandingkan perusahaan. Di sisi lain, harga manusia, upah misalnya, tidak mengalami kenaikan yang signifikan bahkan secara riil bisa dibilang menurun adalah karena lemahnya posisi penawaran tenaga kerja dan miskinnya lapangan kerja. Dalam perekonomian bebas, adalah menjadi hal yang wajar jika menjadi seorang pegawai susah untuk kaya lantaran rendahnya tingkat upah dan penghasilan yang mereka terima. Pendapatan yang diterima oleh masyarakat tidaklah menerminkan jerih payah atau pengorbanan yang mereka lakukan, namun merupakan hasil kekuatan politik (tawar-menawar). Distribusi atau mengalirnya pendapatan antar masyarakat hanya diwadahi dalam bentuk mekanisme kerja pasar dan tidak ada mekanisme yang secara otomatis meredistribusi pendapatan sehingga mereka yang posisi tawarnya lemah bisa meningkat.

Last Updated on Thursday, 19 March 2009 02:23
Read more...
 
Antara harta, kebahagiaan dan ridhoNya PDF Print E-mail
Written by Lazis UII   
Thursday, 19 March 2009 02:00

Antara harta, kebahagiaan dan ridhoNya

(Oleh : Ustdz. Cahyono)

 

Apa yang membuat anda merasa bahagia? Harta. Ya itulah jawaban yang terucap saat kita ditanya tentang apa yang membahagiakan di dunia ini. Walau tidak semuanya , namun sebagian besar mengatakan harta adalah salah satu hal yang membuat manusia bahagia.

Jika kita lihat mulai dari kelahiran, persalinannya, popok, susu dan semua uborampe nya membutuhkan harta. Pendidikan juga membutuhkan harta, kita bisa lihat bagaimana kualitas pendidikan yang bisa diperoleh seseorang akan sangat dipengaruhi seberapa besar ia memiliki harta. Semakin kaya maka ia akan mendapatkan kesempatan memperoleh pendidikan yang layak. Kesehatan yang berkualitas tidak bisa dipungkiri juga memerlukan harta yang banyak. Bisa dilihat perbedaan yang sangat mencolok bagaimana kondisi para dhuafa yang sakit begitu parah ternyata hanya mendapatkan perawatan seadanya, bahkan harus pulang karena tidak ada biaya. Namun sebaliknya orang kaya yang hanya sakit biasa medapatkan perawatan yang sangat mewah. Itulah harta. Bahkan hingga kematianpun membutuhkan harta.

Last Updated on Thursday, 19 March 2009 02:23
Read more...
 

Who's Online

We have 2 guests online